Masih Ada Manusia Gerobak
Saya cukup kaget melihat dua orang yang dengan santainya tidur di atas gerobak. Satu perempuan dan satunya lagi laki-laki, entah mereka pasangan suami istri atau bukan. Mereka seolah tidak terusik oleh keramaian orang-orang dan sampah di sekitarnya, saya pun tak berani mengganggunya. doc:ist Mungkin mereka telah terbiasa untuk tidur di mana saja, di atas gerobak sampah dan pinggir jalan. Dari wajahnya mereka tampak kelelahan. Mungkin lelah setelah bekerja mencari barang-barang bekas yang terlihat diletakkan di sekitar gerobak mereka. Yah, saya hanya memperkirakan saja. Saya kasihan dan hanya itu yang bisa saya lakukan seperti orang-orang di sekelilingnya. Memandangi dengan iba dan berlalu seperti tak terjadi apa-apa. Mungkin terlalu banyak melihat pengemis dan peminta-mintadi negeri ini, sehingga melihat orang lain mengalami kesusahan dalam hidupnya menjadi hal biasa. Cukup dengan berkata, saya mensyukuri apa yang saya miliki saat ini. Hal biasa juga k...