Postingan

Menampilkan postingan dengan label komunikasi

Adiksi Bermedia Sosial

Gambar
Hari ini, Jumat (19/7) saya terbangun di pagi hari karena merasa kegerahan. Apa pasalnya? Kipas angin yang saya pakai rupanya mati. Saya pun bergegas bangun dan mendapati seluruh ruangan gelap gulita. Ternyata mati lampu.  Listrik padam hingga saya melanjutkan aktivitas di kampus. Tak ada tanda-tanda listrik akan bekrja seperti biasanya. Alat elektronik seperti Handphone yang memang tidak sempat saya cash otomatis mati seharian. Tak ada komunikasi via internet. Saya dan kawan-kawan yang semula berencana mengerjakan tugas terpaksa mengurungkan niat dan beralih untuk membahas hal-hal lain di luar tugas kuliah. sumber: tanya.dok.com Saya pun berusaha mencari tempat yang kemungkinan aliran listriknya tetap nyala. Akhirnya, saya memilih ke Mall yang notabene tidak listriknya tidak padam. Alhasil, siang hingga sore saya duduk di salah satu tempat yang menjual makanan cepat saji karena pertimbangan wifi. Hari ini sepertinya sangat panjang dilalui tanpa listrik dan wifi. S...

Drama Capres ala Tukang Becak

Tahun politik benar-benar dimanfaatkan oleh orang-orang yang menginginkan kekuasaan. Apa saja bisa dilakukan untuk menarik simpati masyarakat. Salah satunya calon presiden yang membuat reality show di salah satu stasiun swasta. Dalam tayangan itu capres tersebut berpura-pura menjadi tukang becak di Solo. Dalam tayangan yang berdurasi tiga puluh menit itu, capres tersebut kemudian memberikan becak miliknya kepada seorang tukang becak yang sebenarnya. Tak lama kemudian ia menunjukkan wajah aslinya dengan menghapus kumis dan cambang palsu di wajahnya. Serentak orang-orang di sekelilingnya datang menyalami capres tersebut. Melihat tayangan itu, saya seperti menyaksikan drama atau sinetron untuk menyaingi tukang bubur naik haji. Tapi, tayangan ini bercerita tentang tukang becak. Saya juga membayangkan tayangan ini mirip-mirip dengan 'andai aku menjadi' atau tayangan yang menjual kemiskinan sebagai cara untuk meningkatkan rating. Tak ada bedanya pula dengan si capres yang me...

Media Sosial Bikin Kepo

Gambar
Setiap orang seolah berlomba untuk menampilkan wajah dan tulisan di media sosial. Mulai dari aktivitas bangun tidur hingga tidur lagi (sepertil lagu mbah Surip). Ada yang menuliskan hal-hal yang sifatnya pribadi hingga informasi yang sifatnya bermanfaat untuk orang lain. Hal yang positif yang bisa dilakukan di media sosial adalah kita bisa menggalang donasi untuk pasien atau korban bencana alam. Namun, di sisi lain media sosial kadang membuat saya resah. Saat melihat status teman-teman di media sosial yang dengan mudahnya menceritakan masalah pribadi dan keluarga. Jika status yang ditulis sedih, entah mengapa  saya juga seperti merasakan masalah yang dialami oleh si pembuat status. Ekspresi dahi berkerut dan pikiran bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan pemilik akun tersebut. Benar kah dia benar-benar sedih atau hanya spekulasi agar mencari perhatian orang-orang yang membaca statusnya? Apakah mereka tidak bisa menuliskan hal-hal yang menginsipirasi orang lain? At...

Anak Kecil pun Bergoyang

Salah satu BUMN melakukan program kerja dengan dengan berbagai kegiatan. Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan berbagai lomba, salah satunya goyang cesar. Lomba ini sepertinya terinspirasi oleh tayangan  hiburan di stasiun swasta.  Acara hiburan yang awalnya ditayangkan pada dini hari menjelang subuh untuk menghibur umat muslim yang melaksanakan sahur. Tapi, belakangan yang acara ini berubah nama dan ditayangkan setiap akhir pekan. Acara yang hanya menampilkan hiburan semata dan tak menampilkan sisi edukasi sedikit pun.  Lihat saja penampilan puluhan penonton yang tanpa malu-malu  bergoyang dengan meliuk-liukkan badannya untuk sekadar mendapat hadiah. Bahkan, tayangan ini justru mengeksplorasi kehidupan pribadi dan keluarga kru acara tersebut. Belum lagi, adanya perlakuan kekerasan dalam konten acara dengan menyapukan tepung ke wajah para pemain. Dan parahnya diikuti oleh hampir semua tayangan hiburan di stasiun tv lain.  Belum lagi, adanya peniruan da...

Imitasi Secantik Orang Korea

Gambar
Berapa serial korea yang Anda miliki di dalam laptop Anda? Apakah Anda pecinta fanatik K-pop ? Apakah Anda selalu menantikan serial korea di dua stasiun berbeda dalam minggu terakhir ini? Yup, beberapa minggu ini sebuah televisi swasta menayangkan serial korea yang didubing oleh artis Indonesia. Suara artis inilah yang yang menjadi promosi oleh stasiun televisi tersebut. doc:jhuliandroid.blogs Rupanya, promosi ini tidak berlaku bagi rekan saya. Ia lebih memilih film korea di chanel yang berbeda. Mungkin alur cerita di tv berjaringan ini lebih menarik dibandingkan film yang didubing oleh artis ibu kota itu. Sehingga, pilihan chanel lain katanya lebih menarik.   Meskipun, film korea mudah di dapatkan dengan serial yang panjang bisa disimpan bentuk file, namun tetap saja ia tetap menunggu tayang  per episode setiap malam melalui chanel tv berjaringan. Ini hanya satu cerita dari  ribuan pecinta film korea dalam bahasa Korea disebut Hallyu "Korean Wave" (...

Menjadi Manusia Hiper Realitas

Gambar
Saat ini setiap informasi mudah di dapat melalui berbagai media. Dengan berbagai jenis pemberitaan. Mulai dari yang sekadar opini sampai akun anonim. Dari informasi yang benar hingga berbau sara. Semua tersedia.  Kita seolah tidak memiliki kemampuan untuk mengolah mana yang benar mana yang salah. Pemahaman ini tergantung bagaimana referensi yang dimiliki setiap individu.  Informasi seperti bola salju yang siap menggilas siapa saja yang tidak mampu menghadapi badai informasi. Setiap orang seolah bebas mengupload informasi dan menyebarkan berita bohong. Foto korban mengenaskan, pasien penderita tumor, pornografi dan gambar horor mudah ditemukan di media sosial dengan gambar sangat detil.   Apalagi adanya iklan dengan sensasi yang sangat luar biasa. Suatu malam,  saya asyik online menggunakan media sosial. Tiba-tiba muncul sebuah iklan dengan gambar Michael Jackson dengan wajah yang menurut saya sangat menyeramkan. Saya pun bergegas menutup akun karena nge...

Informasi Gratis Lewat Koran Dinding

Gambar
Tak ada yang aneh dari gambar di samping. Seorang Bapak yang sengaja singgah di sebuah koran dinding di sudut Stadion Dipenogoro. Meskipun, menjelang magrib dan suasana mulai gelap, ia memandangi satu persatu lembaran koran  yang khusus dipasang  koran lokal.  doc:ist Entah ia tidak mendapatkan koran di jalan atau mungkin ia lebih memilih membaca koran dengan gratis. Bagi sebagian orang mungkin hal yang wajar dan biasa. Tapi, bagi saya ini hal yang menarik. Di tengah maraknya media cetak yang mengurangi oplah penerbitannya karena tergerus media online. Justru ada media yang secara gratis membagi informasi. Tanpa memikirkan keuntungan melalui penjualan koran secara eceran.  Di sisi lain, saya juga salut dengan Bapak dan orang-orang yang menyempatkan waktunya untuk mencari informasi, meskipun, mereka memiliki motif yang berbeda untuk membaca koran. Apalagi dengan kecanggihan teknologi, segala informasi dapat diperoleh melalui internet dalam waktu yang sing...

Beli Gadget dan Kelas baru

Gambar
Sering kali mendengar teman-teman mengeluh mengenai kondisi handphone yang mulai rusak. Entah karena memang rusak atau gadget keluaran Kanada yang mereka beli beberapa waktu lalu sudah dianggap kuno dan memang tidak bisa bertahan lama. Padahal mulanya gadget ini sangat digemari. Mungkin tergiur oleh handphone baru dengan aplikasi lintas platform. Tergelitik mendengar keluhan tentang handphone yang rusak bersamaan dengan gencarnya promosi menggunakan andro dan ios. Apa ada kaitan atau sekadar kebetulan saja. Setiap orang memiliki alasan yang berbeda untuk memilih berbagai gadget keluaran terbaru. Apalagi secara finansial mampu membeli apapun gadget baru meskipun tidak mengetahui fungsi aplikasi di dalamnya. Saya teringat cerita seorang teman yang ingin bimbingan skripsi. Ia harus mengajari dosennya menggunakan handphone miliknya. Dosen tersebut memiliki handphone tercanggih produk Korea Selatan dan tidak tahu fungsi aplikasi di dalamnya. Alhasil, bimbingan ini diisi dengan teknik ...

Ayah...Selamat Hari Raya

Gambar
Katanya hari ini hari ayah. Saya tidak cukup familiar dengan perayaan hari ini. Sejak kapan perayaan ini dicetuskan saya tidak begitu mengerti. Biasanya perayaan ini ditujukan kepada ibu yang dirayakan setiap 22 Desember. Itu pun tidak pernah saya rayakan. sumber: http://semut25sumerta.blogspot.com/ Semasa masih kecil saya sering bertanya kepada ibu saya, jika saat itu tanggal 22 Desember. Mengapa ada hari ibu sedangkan hari ayah tidak pernah didengungkan. Saya pun tidak memiliki jawaban pasti akan hal itu. Jawaban yang saya terima cenderung tak menjawab apa yang dimaksud dalam pikiran saya. Jawabannya karena yang ada itu "bupati" dan tak ada "pakpati" aneh kan? Pertanyaan itu saya simpan saja dan menghilang seiring waktu. Hari ini banyak teman-teman yang menulis dalam status media sosialnya "Selamat hari ayah..." Kalimat itu seperti membangunkan alam bawah sadar bahwa kalimat itu ada pada masa kekinian. Lima belas tahun yang lalu pertanyaan i...