Media Sosial Bikin Kepo
Setiap orang seolah berlomba untuk menampilkan wajah dan tulisan di media sosial. Mulai dari aktivitas bangun tidur hingga tidur lagi (sepertil lagu mbah Surip). Ada yang menuliskan hal-hal yang sifatnya pribadi hingga informasi yang sifatnya bermanfaat untuk orang lain. Hal yang positif yang bisa dilakukan di media sosial adalah kita bisa menggalang donasi untuk pasien atau korban bencana alam. Namun, di sisi lain media sosial kadang membuat saya resah. Saat melihat status teman-teman di media sosial yang dengan mudahnya menceritakan masalah pribadi dan keluarga. Jika status yang ditulis sedih, entah mengapa saya juga seperti merasakan masalah yang dialami oleh si pembuat status. Ekspresi dahi berkerut dan pikiran bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan pemilik akun tersebut. Benar kah dia benar-benar sedih atau hanya spekulasi agar mencari perhatian orang-orang yang membaca statusnya? Apakah mereka tidak bisa menuliskan hal-hal yang menginsipirasi orang lain? At...